Abstract

The main process of manufacturing supply chain is flow of goods from raw material supplier to finished goods customer. In this flow of goods, transportation is very important with minimized cost as performance indicator. Another phenomenon can be seen that time is less sensitif to product quality, it means that delivery delay doesn’t lead to quality decreased.

In perishable product supply chain, time is very sensitif to product quality. The delivery delay can cause product value is decreased even zero. So, maximized value is become important performance indicator. To maintain perishable product’s quality is needed technological effort that can decrease the rate of deteriorate. It’s consequencies to rise supply chain cost, so the research question are how related tranportation and packaging technologies to quality and stakeholder’s profit, and then can be tried effective policy intervention to increase supply chain performance.

The earlier researches about perishable products focus on time or cost as performance indicator. The relationship of those peformance indicators with quality was lack. This paper tries to fill the gap through the proof of relationship between quality, cost (price), and delivery. In this paper, fish supply chain was explored as an example of perishable product while demonstrating the interaction between quality, cost and delivery using dynamic simulation modeling in fish supply chain.

The first step of modeling was the understanding about real system, and then the creating of conceptual model that shows interaction among stakeholder in fish supply chain. These interactions became input to create subsystem and causal loop diagram which was necessary in simulation. Before running simulation, model formulation was done that consist of flow diagram and mathematics formulation created as simulation input.

From the dynamic simulation can be concluded that the replacement of transportation mode and packaging are proven can maintain product quality so it still can be accepted by customers. This is seen from quality value at supply chain party after transportation mode and packaging replacement tends better, at least the same with the beginning condition, it means no quality reduction. But, in the same time, the replacement of transportation mode and packaging lead to supply chain total cost increasement, especially at distributor. So, the replacement of transportation mode and packaging implementation with the aim to maintain product quality should be done as soon as possible before the rising of new technology that is more economic. Intervention can be done through the providing of tranportation medium and infrastructure that are adequate, although in implementing there is a delay.

Keywords: delivery, perishable product, policy, price, quality, supply chain

1.    Pendahuluan
Konsep manajemen rantai pasok merupakan terobosan terbaru untuk banyak perusahaan/organisasi dalam upaya untuk mengintegrasikan proses bisnis diantara mitra mereka. Konsep ini dianut untuk meningkatkan keunggulan beberapa perusahaan/organisasi dalam rangka meningkatkan efektivitas organisasi dan memperoleh tujuan perusahaan seperti meningkatkan nilai pelanggan, utilisasi sumber yang lebih baik, dan meningkatkan profitabilitas [1].
Rantai pasok merupakan sekumpulan tiga atau lebih entitas (organisasi maupun individual) yang secara langsung terlibat dalam aliran hulu dan hilir dari produk, jasa, keuangan dan atau informasi dari suatu sumber ke konsumen [2]. Para pelaku usaha dalam suatu rantai pasok harus mampu menyampaikan produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dari segi kualitas (mutu), kuantitas, harga, waktu dan tempat yang tepat.

Penelitian ilmiah tentang rantai pasok masih didominasi oleh peneliti-peneliti dari negara maju seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa [3]. Dengan demikian kasus yang dibahas juga sebagian besar berasal dari negara-negara maju tersebut. Masih sedikit kasus yang diambil dari negara-negara berkembang seperti Indonesia. Disamping itu penelitian tentang rantai pasok sebagian besar menggunakan industri manufaktur sebagai studi kasus atau pun responden. Masih sedikit yang membahas rantai pasok produk mudah rusak, seperti ikan laut atau sayuran, Padahal produk-produk mudah rusak memerlukan penanganan khusus sebelum tiba di konsumen.  Produk-produk mudah rusak adalah semua jenis produk yang mengalami perubahan secara fisik yang dapat mempengaruhi umur hidupnya baik tetap atau pun acak, dan menjadi kadaluwarsa ketika nilai ekonomisnya turun pada saat tiba di konsumen [4].

Dalam rantai pasok industri manufaktur aliran bahan mentah mengalir dari pemasok sebagai input untuk proses manufaktur. Ada kalanya masuk gudang bahan baku terlebih dahulu untuk menunggu giliran diproses di bagian produksi. Setelah selesai diproduksi masuk gudang barang jadi untuk menunggu proses distribusi. Dalam aliran produk ini peranan transportasi sangat penting, sehingga perusahaan akan selalu berusaha untuk meningkatkan kinerja transportasi tersebut. Ukuran kinerja yang banyak digunakan adalah meminimunkan biaya transportasi.

Dalam aliran produk ini juga waktu hanya berpengaruh terhadap biaya, artinya mempercepat waktu pengiriman berarti memperbaiki fasilitas transportasi yang dimiliki sehingga biaya transportasi menjadi tinggi pula. Tidak ada kendala waktu yang akan menyebabkan kualitas barang menjadi turun, artinya keterlambatan pengiriman tidak menyebabkan kualitas produk menjadi turun.

Sedangkan dalam rantai pasok produk mudah rusak waktu sangat berperan penting, karena kelambatan tiba di konsumen akan menyebabkan nilai ekonomis produk tersebut berkurang bahkan hilang. Karena sifatnya yang mudah rusak maka untuk mempertahankan kualitas produk-produk mudah rusak diperlukan upaya-upaya teknologis yang ditujukan untuk menahan laju kerusakan produk-produk tersebut. Upaya-upaya teknologis itu terutama dalam proses penyimpanan dan pengangkutan (transportasi) produk-produk tersebut.

Disamping kemasan yang harus dirancang supaya produk tetap terjaga kualitasnya, di sisi lain waktu pengangkutan (transportasi) juga harus diupayakan secepat mungkin supaya produk tiba di konsumen dalam kondisi yang masih dalam batas toleransi pemakaian, artinya produk tersebut masih mempunyai nilai ekonomis. Dalam hal ini pemilihan moda transportasi menjadi hal yang tidak dapat dihindari lagi supaya produk tiba di konsumen tepat waktu (on time delivery). Makin baik dan cepat moda transportasi yang digunakan makin besar biaya yang harus dikeluarkan.

Berdasarkan uraian tersebut terlihat bahwa ada kaitan yang erat antara kualitas, waktu, dan biaya dalam menangani produk-produk mudah rusak. Terdapat trade off diantara ketiga variabel tersebut. Untuk memaksimalkan kualitas produk-produk mudah rusak maka waktu pengiriman harus secepat mungkin dengan teknik kemasan yang dapat menjaga kesegaran produk. Konsekuensinya adalah biaya yang dikeluarkan menjadi tinggi. Hal ini akan menyebabkan pengurangan terhadap profit yang diperoleh setiap mitra rantai pasok. Trade off antara kualitas, harga jual, biaya, dan keuntungan dapat dilihat pada Gambar 1.

Dari penjelasan di atas maka yang menjadi pertanyaan dalam penelitian ini adalah:

  1. Apakah peningkatan harga jual akibat penggunaan teknologi rantai pasok untuk mempertahankan kualitas produk sebanding dengan peningkatan biaya yang dikeluarkan? Atau dengan kata lain: Apakah keuntungan bisa meningkat akibat penggunaan teknologi rantai pasok yang digunakan untuk mempertahankan kualitas produk?
  2. Bagaimana kebijakan yang relatif efektif untuk memaksimalkan nilai (value) setiap mitra pada rantai pasok produk mudah rusak dengan biaya yang minimal?

 

Adapun tujuan penelitian yang selanjutnya akan memberi arah dalam pembahasan lebih lanjut adalah:

  1. Memodelkan pengaruh penggantian moda transportasi dan kemasan terhadap kualitas dalam rantai pasok produk mudah rusak.
  2. Memodelkan pengaruh penggantian moda transportasi dan kemasan terhadap biaya total dan keuntungan dalam rantai pasok produk mudah rusak.
  3. Mensimulasikan intervensi kebijakan untuk meningkatkan kinerja rantai pasok produk mudah rusak.

 

Selanjutnya dapat di download disini